Sistem restore adalah

  • 0

System Restore


System Restore
Systemrestore icon.png
Sistem vista Restore.png
System Restore di Windows 7
Pengembang (s)Microsoft
Rilis awalWindows Me / 4.90.3000 / tanggal 19 Juni 2000
Rilis stabilWindows 8 / 6.2.9200.16384 / 26 Oktober 2012
Sistem operasiMicrosoft Windows
JenisSistem administrasi
LisensiMicrosoft EULA
System Restore adalah komponen dari Microsoft 's Windows Me , Windows XP , Windows Vista , Windows 7 dan Windows 8 , tetapi tidakWindows 2000 , [1] sistem operasi yang memungkinkan untuk kembali bergulir dari file sistem, kunci registri, program yang diinstal, dll, ke keadaan sebelumnya dalam hal kerusakan sistem atau kegagalan.
The Windows Server operasi keluarga sistem tidak termasuk System Restore. System Restore dibangun ke dalam Windows XP dapat diinstal pada Server 2003 windows mesin, [2] meskipun hal ini tidak didukung oleh Microsoft.
Pada Windows Vista dan versi kemudian, System Restore memiliki antarmuka yang lebih baik dan didasarkan pada Shadow Copy teknologi.Dalam versi Windows sebelum itu didasarkan pada filter berkas yang menyaksikan perubahan untuk satu set tertentu ekstensi file, dan kemudian menyalin file sebelum mereka ditimpa. [3] Shadow Copy memiliki keuntungan bahwa perubahan tingkat blok dalam file yang terletak di direktori apapun pada volume dapat dipantau dan didukung terlepas dari lokasi mereka. [4]

Isi 

 [hide] 

[ sunting ]Ikhtisar

Pada System Restore, yang pengguna dapat membuat restore point baru secara manual, memutar kembali ke restore point yang sudah ada, atau mengubah konfigurasi System Restore. Selain itu, mengembalikan sendiri dapat dibatalkan. Lama restore point yang dibuang untuk menjaga penggunaan volume yang dalam jumlah tertentu. Bagi banyak pengguna, ini dapat memberikan titik pemulihan yang meliputi beberapa minggu terakhir. Pengguna berkaitan dengan kinerja atau penggunaan ruang juga dapat memilih untuk menonaktifkan System Restore sepenuhnya. File yang disimpan pada volume tidak dimonitor oleh System Restore tidak pernah dicadangkan atau dikembalikan.
System Restore mem-backup file sistem ekstensi tertentu (exe.,. Dll, dll) dan menyimpannya untuk pemulihan kemudian dan digunakan. [5] Hal ini juga punggung atas registry dan driver yang paling.

[ sunting ]Sumber Daya dipantau

Sumber-sumber berikut yang didukung: [6]
  • Pendaftaran
  • File dalam Windows File Protection (Dllcache) folder (di bawah Windows XP). Pada Windows Vista dan versi kemudian, semua jenis file sistem yang dipantau pada semua jalur pada volume.
  • Profil pengguna lokal
  • COM + dan WMI Database
  • IIS Metabase
  • Jenis file tertentu dipantau [5]
Daftar jenis file dan direktori yang akan disertakan atau dikecualikan dari pemantauan oleh System Restore dapat disesuaikan pada Windows Me dan Windows XP dengan mengedit% windir% \ system32 \ restore \ Filelist.xml. [7]

[ sunting ]Disk konsumsi ruang

Jumlah ruang System Restore disk yang mengkonsumsi dapat dikonfigurasi. Dimulai dengan Windows XP, ruang disk dibagikan dikonfigurasi per volume dan menyimpan data juga disimpan per volume. Berkas disimpan menggunakan NTFS kompresi dan Disk Cleanup handler memungkinkan menghapus semua kecuali yang terbaru Restore Point untuk membebaskan ruang disk.System Restore dapat dinonaktifkan sepenuhnya untuk mendapatkan kembali ruang disk. Secara otomatis menonaktifkan dirinya sendiri jika ruang kosong disk terlalu rendah untuk itu untuk beroperasi.

[ sunting ]Restore poin

Restore point dibuat:
  • Ketika perangkat lunak diinstal dengan menggunakan Windows Installer , Installer Paket atau installer lain yang mengetahui System Restore. [8]
  • Ketika Windows Update menginstal update baru untuk Windows.
  • Ketika pengguna menginstal driver yang tidak ditandatangani secara digital oleh Windows Hardware Kualitas Labs .
  • Pada Windows XP atau Windows Vista, setiap 24 jam penggunaan komputer atau ketika sistem operasi dimulai setelah off selama lebih dari 24 jam [8] (10 jam di Windows Me), atau setiap 24 jam waktu kalender, mana yang terjadi terlebih dahulu. Pengaturan ini dapat dikonfigurasi melalui registri atau menggunakan alat penyebaran pada Windows XP. Seperti titik pemulihan dikenal sebagai sebuah pos pemeriksaan sistem. System Restore membutuhkan Task Scheduler untuk membuat pos pemeriksaan sistem. Selain itu, pemeriksaan sistem hanya dibuat jika sistem idle untuk jumlah waktu tertentu. [6] Pada Windows 7, otomatis Restore Poin diciptakan hanya sekali setiap tujuh hari, namun script dapat digunakan untuk diam-diam membuat Restore Poin lebih sering .
  • Ketika pengguna secara manual membuat Restore Point.
Pada Windows Vista, karena System Restore menggunakan salinan bayangan, file individual atau folder juga dapat dikembalikan, melalui Sebelumnya Versi tab dari Properties.
Pada Windows XP, mengembalikan file point disimpan dalam folder tersembunyi bernama Sistem Informasi Volume pada akar dari setiap drive, partisi, termasuk drive paling eksternal, dan beberapa flash drive USB. Pada drive atau partisi yang tidak dimonitor oleh System Restore folder ini akan sangat kecil dalam ukuran atau benar-benar kosong, kecuali Encrypting File System digunakan atau Indexing Service diaktifkan. Catatan: Jika folder Informasi Volume Sistem dihapus, maka akan diciptakan secara otomatis.
Restore point lama akan dihapus sesuai kendala ruang dikonfigurasi pada First In, First Out dasar.

Cara membuat jaringan Ad hoc (Local Wi-Fi) di Windows 7


Kali ini sedikit membahas tentang komputer dan jaringan. Yaitu tentang bagaimana cara membuat jaringan Wireless Ad hoc / Wi-Fi lokal / Computer-to-computer di Windows 7. Pertama ayo kita mengenal dulu apa itu Ad hoc.
“Ad hoc Network atau Jaringan Ad hoc (kadang-kadang disebut juga computer-to-computer network) adalah sebuah jaringan sementara (bukan permanen) yang digunakan untuk berbagi file, presentasi, atau kemampuan untuk bisa menggunakan koneksi internet antar beberapa komputer atau perangkat lainnya.” – Microsoft
Jadi Ad hoc ini dapat digunakan untuk berbagi file dari satu komputer ke komputer yang lain atau bisa juga digunakan untuk bermain game multiplayer dengan jaringan Local Area Network. Misalkan bermain Counter Strike atau DotA.
Oh iya, untuk catatan:
  • Komputer atau perangkat yang ingin dihubungkan ke jaringan Ad hoc harus mempunyai kemampuan Wi-Fi.
  • Komputer atau perangkat harus berada dalam radius maksimum 30 kaki (9 Meter) dari komputer yang membuat jaringan (Server)
  • Jika anda membuat jaringan Ad hoc maka anda akan terputus dari semua jaringan wireless yang sudah terhubung dengan anda sebelumnya.
Okay, sekarang ayo kita belajar cara membuatnya.
  1. Pertama kita harus menuju ke Network and Sharing Center. Ada beberapa cara untuk bisa mencapai ke sana:
    • Dari System Tray yaitu dengan klik kanan ikon komputer dan pilih “Open Network and Sharing Center.”
    • Dari Search Box di Start Menu dengan mengetikkan “network” dan pilih Network and Sharing Center
    • Dan cara-cara lainnya hehehe :D
  2. Ketika sudah sampai di Network and Sharing Center, pilih menu Set Up New Connection or Network lalu akan muncul window baru.
  3. Pilih Set Up a Wireless Ad hoc (Computer-to-computer) Network. Biasanya pilihan ini ada di paling bawah.
  4. Setelah akan keluar sekilas informasi tentang Ad hoc, jika mau dibaca silahkan jika langsung lanjut pilihnextlalu akan keluar jendela baru dengan form yang harus diisi.
    Network Name: Nama Jaringan anda.
    Password : Password untuk orang yang ingin masuk jaringan anda. Minimal 8 Karaketer.
    Security Type : Tipe keamanan dari jaringan anda.
    • No authentication (OPEN) = Tidak pakai password
    • WEP = Teknologi pakai password, tapi sudah kuno. Digunakan untuk perangkat-perangkat atau komputer lama. Tidak disarankan.
    • WPA2-PERSONAL = Teknologi menggunakan password yang lebih modern.
  5. Setelah selesai, maka Windows akan membuat dan ketika sudah selesai dibuat akan ada tampilan seperti dibawah ini:
  6. Selamat anda sudah berhasil :D

Menggabungkan partisi


Menggabung Partisi Hard Disk

Untuk menggabung sebuah Hard Disk, langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah memformat partisi anda (Membuatnya hijau lagi) lalu menggabungkannya dengan partisi yang lain.
Catatan: Untuk memformat sebuah partisi, semua konten/isi yang ada di dalam partisi tersebut akan hilang. Maka dari itu, pindahkan dulu semua isinya ke partisi lain yang ingin kita gabungkan.
Misalnya, kita ingin menggabungkan D dengan F. Maka pindahkan semua konten F ke D, lalu format F, dan gabungkan D dan F.
Seperti yang saya bilang, pertama-tama anda harus memformat sebuah partisi terlebih dahulu. Klik kanan pada partisi yang anda ingin format, lalu pilih “Delete Volume”
Delete Volume
Dengan begitu, volume/partisi yang anda delete akan berubah kembali menjadi hijau. Dan semua isi di dalamnya akan hilang (Jadi jangan lupa di backup ya :Peace: )
Nah, pada partisi yang anda ingin gabungkan dengan partisi “hijau” anda. Klik kanan dan pilih “Extend Volume”
Extend Volume Wizard

Partisi adalah


Partisi dalam komputer adalah bagian-bagian pada Hard disk yang dipecah. Biasanya pecahan-pecahan Hard Disk tersebut terdaftar pada drive yang ada pada sebuah komputer. Misalnya, ketika anda membuka My Computer pada Windows, anda akan melihat ada drive C, drive D dan sebagainya. Itu artinya, Hard Disk anda di komputer itu terbagi menjadi bagian di C dan bagian di D. Itulah yang disebut dengan partisi.
Pada postingan kali ini saya akan membahas bagaimana cara Memecah dan Menggabungkan partisi padaWindows 7 tanpa perlu menginstall software lain.

Kenapa tidak perlu software lain?

Semakin banyak software yang terinstall, maka semakin lemot / lambat komputer anda. Maka dari itu, kita perlu meminimalisir jumlah software yang ada di komputer kita, apalagi software yang jarang kita pakai, seperti pembuat partisi. Kalau Microsoft sudah menyediakan fitur ini, kenapa minta software lain? Tujuan dan hasilnya pun sama.
OK, kembali ke topik. Yang perlu anda lakukan hanyalah menjalankan program bawaan dari Windows yang bernama “Disk Management“.
  1. Buka Control Panel/Start Menu
  2. Search dengan kata “Disk Management”
  3. Akan keluar pilihan  ”Create and Format Harddisk Partitions”
Maka akan keluar gambar seperti di bawah ini:
Disk Management

Membuat Partisi / Memecah Partisi Hard Disk

Membuat Partisi Hard Disk dapat dilakukan dengan sangat mudah di Windows. Setelah anda membuka Disk Management, lihat gambar di atas. Di sana ada daftar partisi yang sudah ada di komputer anda, pada komputer saya ada 3 partisi. Yaitu C, Data (E) dan Windows 8 (B).
Sebenarnya, membuat partisi baru itu sama saja dengan memecah sebuah partisi (Splitting Partition)  yang sudah ada. Mekanismenya seperti ini:
Partisi D (Kapasitas 150 GB) ingin kita pecah, menjadi D (Kapasitas 100 GB) dan F (Kapasitas 50 GB).
Jadi, anda perlu menentukan partisi mana yang akan anda ambil kapasitasnya untuk dibagi dan dibuat menjadi partisi baru. Setelah anda mentukan, klik kanan pada partisi tersebut dan pilih menu “Shrink Volume”, maka akan muncul window seperti di bawah ini:
Querying Shrink
Ini kalau di saya agak lama, jadi sabar yah :)
Kalau sudah, akan ada window yang menanyakan seberapa besar kapasitas dari partisi anda yang ingin anda bagi (lihat gambar)
Shrink Partition Volume
Ketika sudah, klik “Shrink”. Maka akan muncul kotak baru dengan warna hijau.
New Partition Windows 7
Hijau menandakan bahwa partisi tersebut adalah partisi kosong yang masih belum bisa digunakan. Untuk dapat bisa menggunakannya, kita perlu memformat partisi tersebut, dengan cara Klik Kanan dan pilih “New Simple Volume“
New Simple Volume
Lalu akan muncul window di bawah
volume size
Partition LetterPartition Volume Name
NTFS itu bisa terbaca di Windows maupun Linux. Kalau FAT32 hanya bisa di Windows.
Setelah semua proses di atas anda lakukan, maka kotak yang tadinya berwarna hijau akan berubah menjadi biru:
Adding Partition
Dan di My Computer akan ada drive baru:
List of Drive

Menggabung Partisi Hard Disk

Untuk menggabung sebuah Hard Disk, langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah memformat partisi anda (Membuatnya hijau lagi) lalu menggabungkannya dengan partisi yang lain.
Catatan: Untuk memformat sebuah partisi, semua konten/isi yang ada di dalam partisi tersebut akan hilang. Maka dari itu, pindahkan dulu semua isinya ke partisi lain yang ingin kita gabungkan.
Misalnya, kita ingin menggabungkan D dengan F. Maka pindahkan semua konten F ke D, lalu format F, dan gabungkan D dan F.
Seperti yang saya bilang, pertama-tama anda harus memformat sebuah partisi terlebih dahulu. Klik kanan pada partisi yang anda ingin format, lalu pilih “Delete Volume”
Delete Volume
Dengan begitu, volume/partisi yang anda delete akan berubah kembali menjadi hijau. Dan semua isi di dalamnya akan hilang (Jadi jangan lupa di backup ya :Peace: )
Nah, pada partisi yang anda ingin gabungkan dengan partisi “hijau” anda. Klik kanan dan pilih “Extend Volume”
Extend Volume Wizard
Selesai :)

Shrink adalah


Kelebihan lain dari Windows 7 adalah feature Shrink Volume (juga terdapat pada Windows Vista). Shrink Volume adalah fasilitas dari Windows 7 untuk memecah/membagi partisi biarpun pada partisi tersebut sudah berisi Operating System.
Langkah-langkah untuk melakukan Shrink Volume:
  • Masuklah ke Computer Management, salah satu caranya adalah, arahkan cursor ke My Computer, lalu klik kanan, dan pilihManage.
  • Di halaman Computer Management, bukalah bagian Storage, dan ke Disk Management.
  • Klik kanan di Drive C, dan pilih Shrink Volume.
    Shrink Volume
  • Komputer akan meng-kalkulasi ketersediaan space-nya.
  • Querying Shrink Space
    Selanjutnya, akan muncul halaman Shrink C. Di sini, silahkan memasukkan besarnya ukuran drive yang baru, contohnya di sini, kita isi 60 GB (kita tuliskan 60000 karena satuannya dalam MB).
  • Shrink C
    Kita tunggu beberapa saat, pada tampilan akhir, partisi yang baru sudah terlihat sebagai space yang Unallocated.
Unallocated Space

Cabang Ilmu Utama Informatika

  • 0

Dasar Matematika

Teori Ilmu Komputer

Perangkat Lunak

Organisasi Sistem Komputer

(lihat juga elektronika)

Data dan Sistem Informasi

Metodologi Komputasi

Aplikasi Komputer

Lingkungan Komputasi